Oleh: Puteh | 23 September 2009

“Tempe rasa coklat dan strowberry, spesial lebaran”

Tempe CS

Sehari menjelang lebaran Idul Fitri 1430 H atau tepatnya di hari terakhir puasa, saya terjebak dalam kemacetan di jalan pasar tradisional yang dipenuhi pedagang kaki lima. Bermacam-macam barang dijual disina, mulai dari kangkung, terong belanda, tempe, sampai telur puyuh-pun di jajakan diatas lapak jualan yang menyerobot badan jalan dengan ukuran 1,5 x 1,5 m.

Sudah barang pasti membosankan bila terjebak macet seperti ini, selain dipenuhi desakan sepeda motor, becak dan pejalan kaki, juga bau khas pasar tradisional yang sangat tidak menggoda, menjadi pelengkap penderita diwaktu itu. Waktu terus berjalan belasan lapak pedagang telah terlewati, akhirnya saya sampai juga ditengah-tengah kerumunan jalan macet itu, begitu sampai di tempat ini saya sedikita mengerutkan kening dan tersenyum sambil bertanya-tanya dalam hati, benarkah apa yang diteriak-teriakkan pedangan tempe itu? “mari-mari sedikit lagi, yang ini tempe rasa coklat, dan yang itu tempe rasa strawberry, spesial lebaran”, teriak seorang pedagang tempe, ketika saya perhatikan dari jauh, tempe yang dijajakan pedagang itu tampak biasa-biasa saja, baik warnanya maupun bentuknya.

Ternyata dibalik kesusahan ada kegelian juga, ada-ada saja, tempe dapat dibuat aneka rasa seperti syrup saja, setahu saya tempe itu terbuat dari proses penjamuran pada kedelai saja, adakah yang dapat mencerahkan tentang kasus tempe berasa coklat dan strowberry ini?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: