Oleh: Puteh | 8 Juli 2009

AMAT AK, PEMILIH PRESIDEN YANG IKUT-IKUTAN PILIH

Ini adalah cerita seorang pemilih pada Pilpres 2009, dan mungkin inilah gambaran pemilih Pilpres Indonesia sepanjang masa. Ia dipanggil Amat, lengkapnya Amat AK (50 th), nama ini adalah perpendekan dari nama aslinya dan embel-embel AK singkatan dari keadaan fisiknya yang sedikit cacat di bagian tangannya (bukan bawaan).

Amat AK adalah pekerja ulung, sejak lebih kurang 35 tahun ia cukup professional di bidangnya sebagai pemanjat kelapa, masa mudanya ia habiskan dibatang kelapa, jangan memintanya untuk membaca, karena ia sama sekali tidak mengenal abjad ejaan lama atau yang telah disempurnakan.

Bila para Capres mengisi masa tenang dengan diganggu lalat, memasak dan berkumpul bersama keluarga, tapi Amat AK hanya tertidur di pos Kamling desa seharian. Maklum Ia telah  tidak begitu aktif di dunia panjat-memanjat sekarang, karena umurnya telah mendekati  masa pensiun. Menjelang pemilihan presiden yang tinggal esok harinya, penulis menyodorkan pertanyaan tentang pilihannya besok pagi, “Bagaimana dengan besok, Pak Amat pilih yang mana?” Amat AK tanpa pikir panjang langsung menjawab sebuah pilihan yang cukup populer yang terdiri dari tiga huruf saja, tak perlu menanyakan siapa wakilnya, karena itu tidak penting bagi Amat AK.

Baik, kemudian ditanyakan lagi “Kenapa Pak Amat memilih nama itu?” ia menjawab dengan bangganya. “Kalau itu tidak perlu ditanyakan lah.. dimana-mana aku dengar itulah pilihan yang paling bagus, orang-orang kita juga menyuruhnya pilih yang itu, aku tidaklah bodoh sampai memilih Rahmawati” Apa? Amat AK menyebutnya “Rahmawati”?, nama ini tidak ada dalam Pilpres 2009. Lupakan saja, mungkin maksud Amat AK, ia tidak akan memilih nama seperti itu.

Satu pertanyaan lagi kepada Amat AK, “Ok, pilihan yang anda sebutkan tadi dari tiga pilihan, di sebelah manakah letaknya, di tengah, sebelah kiri, atau sebelah kanan?” dengan semangat ia menjawab di “sebelah kiri dong..”.

Ya ampun.. untungnlah Pilpresnya bukan malam itu, kalau tidak, pasti Amat AK, telah memilih pada Pilihan yang tidak diinginkannya.

Itulah gambaran seorang pemilih di negeri ini, dengan tanpa bisa membaca, dengan tanpa informasi yang  cukup dan ikut-ikutan, serta dengan asal tebak  tengah, kiri atau kanan, pemilih ikutan melakukan pilihannya.

Selamat Amat AK, anda telah memilih, Lebih baik daripada anda Golput.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: