Oleh: Puteh | 5 Juli 2009

Filosofi Layang-layang ala Bewe

Ada-ada saja trik yang dilakukan dalam hubungan asmara, permainan layangpun menjadi inspirasi, seorang teman yang cukup pengalaman dalam hal ini, kemarin membuka trik menarik yang dapat diterapkan dalam hubungan asmara ( semacam main sinetron x.. he2).
Teman ini berkata, “aku pikir-pikir, dalam membangun perasaan cinta, ibaratnya seperti kita bermain layang-layang, saat bermain layang2 jangan hanya memegang saja talinya, tapi tali layang ini harus di tarik-tarik dan diulur, bahkan terkadang kamu harus berlari bila tiupan angin kurang memadai demi menjaga layangan kamu tetap di udara” demikian Bewe.
Bila dikaji kembali perkataan teman ini cukup logis memang, saat memiliki perasaan terhadap seseorang biasanya orang cendrung mengungkapkannya begitu saja tanpa perlu berpikir panjang bagaimana sebab akibatnya nanti, (loh, kenapa pake ada sebab akibat pula ya?) maksudnya begini, menurut pengalaman teman, bila perasaan dimaksud telah timbul tidak perlu harus mengikuti saja perasaan itu, pikirkanlah untuk menahannya beberapa saat, perasaan suka yang telah memuncak ibarat layang yang sedang kekurangan tiupan angin, bila terus di ulur atau langsung diungkapkan, layangan bisa kolaps.
Tunggulah sampai angin bertiup sedikit lebih kencang, baru boleh diulur, dan ketika sedang mengulur tali layangpun jangan sampai terlena, anda harus memperhatikan stok talinya, jangan sampai tali pendek dipakai untuk mengulur terlalu lama, biarpun anginnya cukup bagus, tapi kemampuan anda tidak memadai, belum lagi tiba-tiba anginnya berhenti, bersiplah anda untuk berlari demi layangan anda tetap eksis.

Sekedar tambahan..

Besar kecil layangan pun cukup berpengaruh, ukuran layang yang kecil biasanya membutuhkan tiupan angin yang lumayan kencang, dan sebaliknya, layangan yang besar hanya membutuhkan sedikit tiupan angin saja. Jadi semua tergantung kepada orangnya, mau memilih layangan yang kecil atau layangan yang besar..?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: