Oleh: Puteh | 16 Juni 2009

Menolak, kenapa tidak?

Dari :suaramerdeka.com /Bisakah Menolak Tanpa Menyakiti?

image

Penolakan memang akan selalu menyakitkan. Tapi, penolakan yang dilakukan dengan halus akan sedikit mengurangi luka. Cara terbaik untuk menolak secara halus adalah dengan berkata dan berlaku jujur, terutama pada diri sendiri.

Saat pertama kali berkenalan, Anda mungkin merasa sedikit meyukainya. Akan tetapi, setelah beberapa percakapan telepon, chatting lewat internet, atau mengobrol secara langsung, perasaan itu tak berkembang bahkan semakin memudar. Bila ini terjadi, jujurlah pada diri sendiri. Bila memang merasa tak mungkin dilanjutkan, Anda harus segera mengambil tindakan.

Membiarkan masalah tersebut menjadi berlarut-larut tentu bukan tindakan bijaksana. Memang, tidak mudah memberitahu seseorang bahwa Anda tidak tertarik padanya, apalagi jika ia tipe laki-laki yang pantang menyerah. Tapi tenang saja, sebab menolak pun ada seninya. Berikut tipsnya:

1. Jika pada kencan pertama Anda sudah merasa kurang tertarik, karang berbagai alasan yang masuk akal untuk menolak kencan selanjutnya. Tak perlu khawatir penolakan tersebut membuatnya kecewa, sebab harapan palsu justru akan membuatnya semakin sakit hati di kemudian hari.

2. Tunjukkan bahasa tubuh yang mengisyaratkan Anda merasa kurang nyaman ketika berada terlalu dekat dengannya. Misalnya, saat ia mencondongkan tubuh ke arah Anda, geser badan ke belakang dengan cara yang tidak terlalu kentara.

3. Hindari kontak mata yang dapat dipersepsikan secara keliru ketika bercakap-cakap dengannya. Meskipun Anda memang terbiasa menatap mata lawan bicara, hal tersebut bisa disalahartikan sebagai sinyal ketertarikan.

4. Usahakan untuk tidak terlalu menonjolkan diri. Jangan memberikan ia alasan untuk semakin menginginkan Anda sebagai kekasihnya.

5. Jika terpaksa harus sering bertemu, cobalah sedapat mungkin ‘bersembunyi’ dari radarnya untuk sementara waktu.

Yakinlah, sebebal apapun dia, pasti akan menyadari bila memang Anda tak menginginkannya.

(MP/dila)

//


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: